Sunday, October 21, 2012

Fungsi Manusia di Dunia

Fungsi Manusia di Dunia

Allah berfirman dalam Surat Hud ayat 61 :

ﻮﺇﻠﻰﺛﻤﻮﺪﺃﺨﺎﻫﻢﺼﻠﺤﺎ ﻘﺎﻞﻴﻘﻮﻢﺍﻋﺒﺪﻮﺍﷲﻣﺎﻠﻛﻢﻣﻥﺇﻠﻴﻪﻏﻴﺮﻩ ﻫﻮﺃﻧﺷﺄﻛﻢﻣﻦﺍﻻﺮﺾﻮﺍﺴﺘﻌﻣﺮﻛﻢﻔﻴﻬﺎﻔﺎﺴﺘﻐﻔﺮﻮﻩﺛﻢﺘﻮﺒﻮﺍﺇﻠﻴﻪ ﺍﻥ ﺮﺒﻰﻗﺮﻴﺐﻤﺠﻴﺐ
 
Dan kepada Tsamud (Kami utus) saudara mereka Shaleh.Shaleh berkata :”Hai kaumku,sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada bagimu Tuhan selain Dia.Dia telah menciptakan kamu dari bumi (tanah)  dan menjadikan kamu pemakmurnya,karena itu mohonlah ampunan-Nya, kemudian bertaubatlah kepada-Nya. Sesungguhnya Tuhanku amat dekat (rahmat-Nya) lagi memperkenankan do’a hamba-Nya.”

Pada kalimat  ﻫﻮﺃﻧﺷﺄﻛﻢﻣﻦﺍﻻﺮﺾﻮﺍﺴﺘﻌﻣﺮﻛﻢﻔﻴﻬﺎ ,menjadikan kamu dari tanah dan menjadikan kamu pemakmurnya, dimana kalimat  ﻮﺍﺴﺘﻌﻣﺮﻛﻢ adalah  fi’il tsulatsi  mazid  (fi’il yang mendapat   tiga   tambahan   huruf),  yang   mana   mengandung   maksud   keharusan. ﻋﻤﺮ         ﺇﺴﺘﻌﻤﺮ  (kerja  -    harus kerja).
          Dengan demikian barang siapa ingin makmur di dunia ini maka ia harus mempunyai penghasilan,dan barang siapa ingin penghasilan maka ia berarti harus bekerja. Konsep kerja menurut Islam  adalah  suatu  tindakan/kegiatan  rohani  dan jasmani yang menghasilkan nilai tambah/memberi nilai kontribusi baru.Oleh karena itu orang yang mencuri atau berjudi bukanlah bekerja sebab walau mereka  mendapat  apa yang diinginkannya mungkin uang  atau  barang yang bernilai  akan  tetapi tidak menambah  nilai baru, mereka hanya memindahkan posisinya saja. Dan bumi inilah yang akan memberikan kemakmuran pada manusia,dan itu benar, segala yang kita konsumsi dan pakai berasal dari bumi ini.Oleh karena itu manusia harus berusaha dengan sungguh-sungguh untuk kemakmuran. Rahasia  indahnya  kehidupan di alam dunia ini ialah ketika manusia makan dari hasil keringatnya sendiri,sebagaimana yang telah dipesankan oleh Nabi Muhammad dengan sabdanya :
ﻤﺎﺃﻛﻞﺃﺤﺩ ﻄﻌﺎﻤﺎﺨﻴﺮﺍ ﻤﻦﺍﻦ ﻴﺄﻛﻞﻤﻦﻋﻤﻞﻴﺪﻩ
Artinya : “Tiada makanan yang lebih baik dari pada hasil usaha tangan sendiri.”
( H.R : Bukhari ).
Makanan yang diharamkan  Allah sebagaimana telah dihitung dan dirinci dalam Qur’an dan Hadits Nabi Muhammad Saw, akan tetapi yang halal tidak dihitung dan disebutkan nama dan jenisnya.Maka hal itu bisa  kita tarik  kesimpulan  bahwa sebenarnya yang halal itu amat banyak dan yang haram itu hanya sedikit, karena  masih bisa dihitung.Bisa digambarkan bahwa pilihan manusia itu hanya dari  mulut  hingga  tenggorokan saja, seterusnya dari tenggorakan sampai kaki itu aturan Allah. Maka  dengan  demikian amat kelirulah manusia yang hanya menuruti pilihannya saja tanpa menghiraukan aturan Allah Swt. Banyak i’tibar dalam Al-Qur’an  bahwa  yang  sangat penting itu hikmah bukan jumlahnya.Sejauh mana manusia mampu  mempertahankan  dirinya  sebagai  pemakmur  bumi ini yang mana dari bumi ini Allah telah memberi kandungan kemakmuran manusia. Seperti telah dicontohkan Allah dalam Surat al-Kahfi ayat 9 – 26. Di mana Allah Swt.telah menyelamatkan sekelompok pemuda karena mereka sungguh-sungguh ingin menyelamatkan keimanannya Kepada Allah. Bagaimana mereka bisa selamat?Yaitu ditidurkannya mereka selama dalam kurun waktu yang panjang,dan ditutupnya pandangan manusia dari apa yang ada dalam gua tersebut.Berapa jumlah mereka ?  Itu tidak penting bagi Allah,yang sangat penting adalah hikmah besar yang terkandung dalam kisah tersebut.
Ketika manusia tidur semua anggota tubuhnya  akan istirahat atau tidak berfungsi kecuali pendengarannya.Oleh karena itu manusia bisa  bangun  dari tidurnya ketika ia hanya dipanggil namanya.
          Begitulah hendaknya manusia dalam usaha memakmurkan bumi ini yaitu dengan menaati perintah dan larangan Allah.Apa pun yang kita dapat di dunia ini akan kita pertanggungjawabkan dihadapan Allah nanti.Allah tidak bertanya berapa, tapi Dia akan bertanya untuk apa harta/ilmu yang engkau dapat.

No comments: