Friday, March 11, 2011

WAYANG KULIT DI PEKAN INFORMASI NASIONAL, KEMAJUAN MEDIA KOMUNIKASI JANGAN TINGGALKAN MEDIA BUDAYA



Kemajuan media komunikasi yang telah berkembang pesat tidak harus melupakan media komunikasi yang menggunakan tradisi budaya, seperti media komunikasi wayang kulit. Kemajuan media komunikasi sudah sangat pesat sehingga untuk menontlon televisi tidak perlu lagi di rumah atau di ruangan tertentu tapi dapat menyaksikan televisi melalui alat handphone, belum lagi media komunikasi lainnya seperti radio, surat kabar dan sebagainya, namun media komunikasi tradisional tetap belum bisa tergantikan karena wayang kulit sangat digandrungi masyarakat.

Staf Ahli Menkominfo Bidang Media Massa Hendry Subiakto yang mewakili Menteri Komunikasi dan Informatika mengungkapkan bahwa tidak mungkin meninggalkan media komunikasi tradisional karena telah memberikan kontribusi yang sangat besar bagi kebangkitan bangsa. Hal itu diungkapkan dalam acara penyebarluasan informasi publik melalui pergelaran seni tradisional wayang kulit dengan tema “Dengan semangat Kebangkitan Nasional Kita tingkatkan Ketahanan Masyarakat dalam Kerangka NKRI” di alun-alun purna MTQ Pekanbaru, Sabtu (22/5) malam.

Ia menjelaskan bahwa Wayang kulit merupakan kesenian yang multi dimensi dimana ada musik, seni lukis, drama, seni suara, ataupun lawakannya. Ini merupakan perpaduan dari berbagai seni sehingga wayang kulit bukan lagi hanya milik orang Jawa, tetapi milik Indonesia bahkan diakui dunia sebagai warisan budaya internasional.Untuk itu, ia menilai tepat kegiatan pagelaran wayang kulit ini yang dikaitkan dengan Pekan Informasi Nasional sekaligus memperingati Hari Kebangkitan Nasional tahun 2010

Dikatakannya, Badan Informasi Publik (BIP) Kemkominfo menghadirkan wayang kulit ini karena ingin menunjukkan bahwa Indonesia ini memang Negara yang sangat besar dengan budaya yang luar biasa.Pilihan terhadap wayang kulit dianggap tepat karena terbukti sangat banyak penontonnya sehingga komunikasi yang ingin disampaikan pemerintah kepada rakyat dapat tercapai dengan baik.

Sementara lokasi kegiatan wayang kulit ini juga dianggapnya tepat dilaksanakan di Riau karena sejak dulu daerah ini telah banyak memberikan kontribusinya bagi kebangkitan bangsa dan negara. Menurutnya Riau telah berkali-kali memberikan persembahan kepada Indonesia dimana persembahan yang terbesar itu adalah bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan untuk wilayah nusantara.

Lebih jauh ia menjelaskan bahwa bahasa Melayu yang pada awalnya sebenarnya hanya digunakan di Kepulauan Riau dan beberapa Riau daratan dimana jumlahnya mungkin tidak terlalu besar dibandingkan dengan bahasa Jawa, tetapi karena bahasa ini memiliki tingkat demokrasi yang luar biasa, memiliki igaritarian yang luar biasa dipilih oleh para founding father kita di bahasa kesatuan. “Ini menunjukkan kebesaran Indonesia.

Sementara itu, Gubernur Riau, yang diwakili Teguh Indarmadji, Staf Ahli Bidang Pembangunan Provinsi Riau dalam sambutannya menilai pagelaran wayang kulit sebagai sarana yang efektif, terutama dalam memberi ruang dan gerak bagi tumbuh dan berkembangnya seni budaya daerah agar selalu eksis, tidak saja di tingkat masyarakat tradisional, namun juga di masyarakat perkotaan modern.

Gubernur mengatakan, melestarikan suatu karya seni tradisional seperti pagelaran “Wayang Kulit” memang harus digencarkan terus di masa-masa mendatang.

“Hal ini, disamping sebagai upaya kita untuk menghargai para leluhur, juga sebagai upaya kita untuk menggali dan mempromosikan seni budaya daerah sehingga kesenian dan budaya daerah seperti wayang kulit ini tetap berkembang dan lestari sepanjang masa,” katanya.

Menurutnya wayang kulit sudah dikenal oleh masyarakat internasional, bahkan banyak pula masyarakat internasional tersebut menggandrungi kesenian seperti wayang kulit ini.

Banyak pesan dan makna yang terkandung pada kesenian wayang kulit dimana pesan-pesat tersebut sangat fleksibel untuk disesuaikan dengan zaman yang berjalan sehingga sangat merakyat.

“Kesenian tradisional seperti wayang kulit ini harus terus kita lestarikan dan kembangkan di masa-masa mendatang. Apalagi kegiatan seni budaya sangat banyak mengandung falsafah/filosofi yang sangat besar faedahnya bagi kita semua dalam mengarungi kehidupan dunia dan kehidupan akherat kelak,” ujarnya.


Sumber :Surabaya.webs.com



No comments: