Friday, December 25, 2009

My Indonesia (Indonesiaku)

http://wordpres.com/Apakahyang membuat kita terperangah dengan apa yang terjadi pada hukum negara kita?Itulah pertanyaan yang membuat saya makin bingung dan linglung.
Bayangkan seseorang yang mengambil buah semangka sebagai pelepas dahaga saja bisa dimeja hijaukan.Namun disisi lain orang yang membawa uang negara jutaan,bahkan trilyunan bisa hidup bahagia.Wah,gimana kalau semua rakyat kita mencontoh orang tadi?Nggak sanggup deh ngebayanginnya.
Coba kita ingat,ketika DPR adu jotos rakyat kita kan pada adu pisau,clurit,bedil,bahkan adu jagoan.
sekarang ini disetiap majlis musyawarah tiada lagi rasa saling manghormati,manghargai,dan toleransi,namun
yang terjadi adalah saling tindih dan saling memaksa.Apa benar ini tanda-tanda datangnya kiamat atau manu- sianya yang lupa akan datangnya kiamat ?
Betapa banyak pihak yang berwenang akan hukum negara kita,tapi mereka malah saling berlomba ingin diatas,bukanya kerja sama untuk meluruskan masalah.Ayo benar nggak? Nyatanya PPK sempat tidak akur
dengan Polri.
Aduh-aduh,kok begitu ya?Sebagai rakyat biasa,saya malah jadi bingung kemana akan berlindung tentang hukum.Adalagi yang heboh yaitu masalah kasus Bank Century yang lagi ngetren itu.Yang untung siapa ya ?
Jelas yang punya pabrik publik,seperti TV,Koran,majalah,dan lainnya.Produk mereka langsung laku pesat
di pasaran.Lo mas,sekarang kan jaman transparan,jadi semua harus bugil mas , he ...he...he....
Semenjak era transparansi munculah suasana yang hebat di sana,dimana masyarakat satu dengan yang
lainnya saling orok-orok dan mengorek.Jangankan urusan kerja,urusan dapur saja maunya mereka tahu.
Dalam hal ini bukannya saya tidak setuju dengan era transparansi,namun hendaklah disertai dengan
pendidikan terhadap rakyat yang relevan dong.Karena hal itu ternyata tidak hanya membawa kebaikan
tetapi juga menimbulkan sifat arogan yang luar biasa.Banyak orang ngawur dalam menerapkan arti
 transparan tersebut.Sehingga banyak orang yang tidak bisa memilih dan memilah mana yang harus
dipublikasikan dan yang mana harus tetap dirahasiakan.
Ada lagi yang lahir akibat hal tersebut yaitu LSM,mereka bagai jamur yang tumbuh di negeri kita ini.Saya
bukannya benci namun ternyata ada sebagian LSM yang lahirnya karena memanfaatkan kondisi and situasi.
Terbukti ketika ada perkara hukum dan proyek pemerintah turun,maka mereka akan berhamburan bagai lebah mencari sari bunga.
Mengapa makin banyak dan leluasa rakyat diberi kesempatan ikut menjadi pe-ngawas dan ditambahnya pihak hukum yang berwenang kok Indonesia makin se mrawut ya ? Jawabnya sangat mudah,ternyata mere -
ka bukannya saling dukung,namun mereka saling pentung alias saling bertentangan,adu benar,dan ingin
dianggap paling benar.
Rakyat juga demikian,ketika mendengar kata-kata uang rakyat,contohnya kasus Bank Century,mereka
dari tukang pencari rumput sampai yang bisa tidur dikasur babut,mengklaim ikut memiliki uang di Bank tersebut.Inilah yang saya maksud bahwa para pejuang era reformasi memang ingin mencerdaskan anak bang
sa namun tidak dibarengi dengan pendidikan dan vigur yang jelas dan relevan Kata-kata uang rakyat itu
menurut saya perlu diklarifikasikan dengan jelas,mana yang uang rakyat dan yang mana milik nasabah.
Nasabah yang harus dinomor satukan,baru modal bank tersebut dari mana asalnya termasuk suntikan dari
program kebijakan pemerintah yang telah terjadi.Saya gembira,para tokoh mengajak rakyat Indonesia
agar ngerti dengan keadaan negerinya,namun tolong beri kami contoh perbuatan yang mendidik.Saya ka-
wulo alit kepada siapa lagi mencontoh kalau bukan berdasarkan Para Dewan dan Para Pemimpin
Pemerintahan,dan unsurnya.Bila anda rukun,ingsya'Alloh kamipun akan bersatu.
Perlu saya ungkapkan juga bahwa sifat saling toleransi dan tolong-menolong pada bangsa kita ini hampir
punah.Karena semua tindakan sudah mulai diukurdengan uang atau harta.Sebagian besar mereka akan
tolong-menolong bila terjadi bencana saja,sedangkan dalam kesehariannya sudah individual.Hal ini tidak
hanya di kota saja,namun sudah mulai merambah ke pelosok desa.
Apa yang membuat ini semua terjadi ? Jawabnya jelas banyak Para Dewan,tokoh,dan unsur pemerintahan
tidak memberi suri tauladan yang baik bagi bangsa ini.

No comments: