Fungsi Manusia di Dunia
Allah berfirman dalam Surat Hud ayat 61 :
ﻮﺇﻠﻰﺛﻤﻮﺪﺃﺨﺎﻫﻢﺼﻠﺤﺎ ﻘﺎﻞﻴﻘﻮﻢﺍﻋﺒﺪﻮﺍﷲﻣﺎﻠﻛﻢﻣﻥﺇﻠﻴﻪﻏﻴﺮﻩ ﻫﻮﺃﻧﺷﺄﻛﻢﻣﻦﺍﻻﺮﺾﻮﺍﺴﺘﻌﻣﺮﻛﻢﻔﻴﻬﺎﻔﺎﺴﺘﻐﻔﺮﻮﻩ
ﺛﻢﺘﻮﺒﻮﺍﺇﻠﻴﻪ ﺍﻥ ﺮﺒﻰﻗﺮﻴﺐﻤﺠﻴﺐ
Terjemah :
“Dan kepada Tsamud (Kami utus) saudara mereka Shaleh.Shaleh berkata :”Hai kaumku,
sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada bagimu Tuhan selain Dia.Dia telah menciptakan
kamu dari bumi (tanah) dan menjadikan kamu pemakmurnya,karena itu mohonlah am-
nan-Nya,kemudian bertaubatlah kepada-Nya. Sesungguhnya Tuhanku amat dekat (rah-
mat-Nya) lagi memperkenankan do’a hamba-Nya.”
Pada kalimat ﻫﻮﺃﻧﺷﺄﻛﻢﻣﻦﺍﻻﺮﺾﻮﺍﺴﺘﻌﻣﺮﻛﻢﻔﻴﻬﺎ ,menjadikan kamu dari tanah dan menjadi
kan kamu pemakmurnya, dimana kalimat ﻮﺍﺴﺘﻌﻣﺮﻛﻢ adalah fi’il tsulatsi mazid (fi’il yang
mendapat tiga tambahan huruf), yang mana mengandung maksud keharusan.
Dengan demikian barang siapa ingin makmur di dunia ini maka ia harus mempunyai peng-
hasilan,dan barang siapa ingin penghasilan maka ia berarti harus bekerja.
Konsep kerja menurut Islam adalah suatu tindakan/kegiatan rohani dan jasmani yang
menghasilkan nilai tambah/memberi nilai kontribusi baru.Oleh karena itu orang yang men-
curi atau berjudi bukanlah bekerja sebab walau mereka mendapat apa yang diinginkannya
mungkin uang atau barang yang bernilai akan tetapi tidak menambah nilai baru, mereka
hanya memindahkan posisinya saja.
Dan bumi inilah yang akan memberikan kemakmuran pada manusia,dan itu benar,segala
yang kita konsumsi dan pakai berasal dari bumi ini.Oleh karena itu manusia harus berusaha
dengan sungguh-sungguh untuk kemakmuran. Rahasia indahnya kehidupan di alam dunia
ini ialah ketika manusia makan dari hasil keringatnya sendiri,sebagaimana yang telah dipe-
sankan oleh Nabi Muhammad dengan sabdanya :
ﻤﺎﺃﻛﻞﺃﺤﺩ ﻄﻌﺎﻤﺎﺨﻴﺮﺍ ﻤﻦﺍﻦ ﻴﺄﻛﻞﻤﻦﻋﻤﻞﻴﺪﻩ
Artinya : “Tiada makanan yang lebih baik dari pada hasil usaha tangan sendiri.”
( H.R : Bukhari ).
Makanan yang diharamkan Allah sebagaimana telah dihitung dan dirinci dalam Qur’an
dan Hadits Nabi Muhammad Saw, akan tetapi yang halal tidak dihitung dan disebutkan na-
ma dan jenisnya.Maka hal itu bisa kita tarik kesimpulan bahwa sebenarnya yang halal itu
amat banyak dan yang haram itu hanya sedikit, karena masih bisa dihitung.Bisa digambar-
kan bahwa pilihan manusia itu hanya dari mulut hingga tenggorokan saja, seterusnya dari
tenggorakan sampai kaki itu aturan Allah. Maka dengan demikian amat kelirulah manusia
yang hanya menuruti pilihannya saja tanpa menghiraukan aturan Allah Swt.
Banyak i’tibar dalam Al-Qur’an bahwa yang sangat penting itu hikmah bukan jumlah-
nya.Sejauh mana manusia mampu mempertahankan dirinya sebagai pemakmur bumi ini
yang mana dari bumi ini Allah telah memberi kandungan kemakmuran manusia. Seperti te-
lah dicontohkan Allah dalam Surat al-Kahfi ayat 9 – 26. Di mana Allah Swt.telah menyela-
matkan sekelompok pemuda karena mereka sungguh-sungguh ingin menyelamatkan keima
nannya Kepada Allah.Bagaimana mereka bisa selamat?Yaitu ditidurkannya mereka selama
dalam kurun waktu yang panjang,dan ditutupnya pandangan manusia dari apa yang ada da-
lam gua tersebut.Berapa jumlah mereka ? Itu tidak penting bagi Allah,yang sangat penting
adalah hikmah besar yang terkandung dalam kisah tersebut.
Ketika manusia tidur semua anggota tubuhnya akan istirahat atau tidak berfungsi kecu-
ali pendengarannya.Oleh karena itu manusia bisa bangun dari tidurnya ketika ia hanya di-
panggil namanya.
Begitulah hendaknya manusia dalam usaha memakmurkan bumi ini yaitu dengan mena-
ati perintah dan larangan Allah.Apa pun yang kita dapat di dunia ini akan kita pertanggung
jawabkan dihadapan Allah nanti.Allah tidak bertanya berapa, tapi Dia akan bertanya untuk
apa harta/ilmu yang engkau dapat.
Konsep Ekonomi Islam
Nabi Muhammad Saw dilahirkan dari Suku Quraisy di mana aktifitas kaum tersebut
adalah berdagang sebagaimana telah diabadikan Allah dalam al-Qur’an Surat al-Quraisy
ayat 1 – 4 :
ﻻﻴﻠﻒ ﻗﺮﻴﺶׂ ﺇﻠﻓﻬﻢ ﺮﺣﻠﺔ ﺍﻠﺷﺘﺎﺀﻮﺍﻠﺼﻴﻒ ۠۠ ﻔﻠﻴﻌﺒﺪﻮﺍﺮﺐ ﻫﺫﺍ ﺍﻠﺒﻴﺖ ۠۠ ﺍﻠﺫﻱﺃﻄﻌﻤﻬﻢ ﻤﻦ ﺟﻮﻉﻮﺀﺍ ﻤﻨﻬﻢ
ﻤﻦﺧﻮﻒ
Artinya :“1.Karena kebiasaan orang-orang Quraisy, 2. (yaitu) kebiasaan mereka beper
gian pada musim dingin dan musim panas. 3. Maka hendaklah mereka menyem-
bah Tuhan pemilik rumah ini (Ka’bah). 4. Yang telah memberi makanan kepada
mereka untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari ketakutan.”
Walaupun orang Yahudi dan Nasrani amat ingin nabi terakhir lahir dari suku mereka
yaitu ditandai dengan berpindahnya orang-orang Yahudi ke kota Yatsrib daerah Arab,kare-
na sangat inginnya hal itu pada diri mereka. Dan juga orang nasrani ingin menghancurkan
Ka’bah,namun Allah melindungi Ka’bah dan kaum Quraisy karena ternyata Allah berke-
hendak Nabi terakhir lahir dari keturunan Ismail as yaitu suku Quraisy.
Mengapa Nabi dilahirkan di kota Mekkah? Tidak lain karena kota Mekkah termasuk ja-
lur penting perdagangan dunia waktu itu.Sebagaimana Surat Quraisy ayat:2 maka yang di-
masudkan adalah ketika musim dingin mereka berdagang ke selatan yaitu Yaman dan keti-
ka musim panas mereka pergi ke utara yaitu daerah Syam.
Banyak bukti kuat bahwa pembukaan jalur perdagangan itu diawali oleh berkuasanya
Nabi Sulaiman atas kerajaan ayahnya (Daud as). Dalam surat Ash-Shaad Allah mengisah-
kan do’a Nabi Sulaiman as.
ﻘﺎﻞﺮﺐﺍﻏﻔﺮﻠﻰ ﻣﻠﻛﺎﻻﻴﻧﺒﻐﻰﻻﺤﺪ ﻤﻦﺒﻌﺪﻯ ﺇﻧﻚ ﺃﻧﺖﺍﻠﻮﻫﺐ
Artinya : Ia berkata :“Ya Tuhanku,ampunilah aku dan anugrahkanlah kepadaku keraja-
an yang tidak dimiliki oleh seorang juapun sesudahku, sesungguhnya Engkaulah yang Ma-
ha Pemberi.” Dan kemudian Allah menjawab do’a Nabi Sulaiman as,sebagaimana dite-
rangkan Allah dalam ayat selanjutnya,yakni 36 sampai 39.
Bukti kebesaran kekuasaan kerajaan Sulaiman as juga diterangkan dalam Surat al-Nahl
Ayat 17,yang artinya : “Dan dihimpun untuk Sulaiman tentaranya dari jin,manusia dan burung,lalu mereka itu diatur dengan tertib(dalam barisan).Dan juga surat al-Anbiya’ ayat :79
“Maka kami telah memberikan pengertian kepada Sulaiman tentang hukum (yang lebih te-
pat)”
Palestina kala itu adalah kota metropolitan dunia,Qur’an Surat al-Saba’ ayat : 13,yang
artinya : “Dan jin itu membuat untuk Sulaiman apa yang dikehendakinya dari gedung-ge-
dung yang tinggi dan patung-patung dan piring-piring yang (besarnya) seperti kolam dan
periuk yang tetap (berada di atas tungku) .Bekerjalah hai keluarga Daud untuk bersyukur
(kepada Allah).Dan sedikit sekali dari hamba-hamba-Ku yang berterima kasih.”
Dan Nabi sulaiman membuka jalur darat, sehingga jalur perdagangan rempah dan sutra
terbuka dari Adn hingga sampai negeri Cina. Seperti di isyaratkan dalam Surat al-Saba’
ayat : 12,yang artinya : “Dan Kami (tundukkan) angin bagi Sulaiman,yang perjalanannya
di waktu pagi sama dengan perjalanan sebulan dan perjalanan di waktu sore sama dengan
perjalanan sebulan (pula) dan kami alirkan cairan tembaga baginya.Dan sebagian dari jin
ada yang bekerja di hadapannya (di bawah kekuasaannya) dengan izin Tuhannya.Dan sia-
pa yang menyimpang di antara mereka dari perintah Kami, Kami rasakan kepadanya azab
neraka yang apinya menyala-nyala.”
Juga Nabi Sulaiman membuka jalur laut sehingga terbukalah jalur perdagangan dari
Asia hingga Eropa. Sebagaimana diterangkan dalam Surat al-Anbiya’ ayat : 81 dan 82.
Demikianlah Allah menerangkan kebesaran Nabi Sulaiman as dengan kebesaran kerajaan
dan bala tentaranya.
Mu’jizat Isra’ wal Mi’raj
ﺴﺒﺤﺎﻦﺍﻠﻧ ﻱ ﺃﺴﺮﻯﺒﻌﺒﺪﻩ ﻠﻴﻻﻣﻦﺍﻠﻣﺴﺠﺪﺍﻠﺤﺮﺍﻢ ﺇﻠﻰﺍﻠﻣﺴﺠﺪﺍﻻﻘﺼﻰﺍﻠﺫﻱﺒﺎﺭﻛﻨﺎﺤﻮﻠﻪﻠﻨﺭﻴﻪ
ﻤﻦﺁﻴﺎﺘﻨﺎﺇﻨﻪ ﻫﻮﺍﻠﺴﻤﻴﻊﺍﻠﺒﺻﻴﺭ
Artinya : “Maha suci Allah yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam
dari al-Masjidil Haram ke Al-Masjidil Aqsha yang telah Kami berkati sekeli-
lingnya agar Kami memperlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda
(kebesaran ) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha
Melihat.”
Ayat tersebut adalah menjelaskan terjadinya Isra wal Mi’raj Nabi Muhammad Saw,se-
telah beliau mengalami beberapa peristiwa yang membuat hati beliau sebagai rasa dari si-
fat manusia yaitu sedih setelah wafatnya Istri dan Pamannya (Abi Thalib) yang selama ini
amat membantu dakwahnya.Oleh karena itu salah satu fungsi Isra wal Mi’raj menurut Ula-
ma Tarikh adalah Allah Swt ingin mengokohkan hati Nabi Muhammad Saw.
Lafaz ﺃﺴﺮﻯ ayat di atas berarti diperjalankan,dan hal inilah yang memicu tanggapan se
rius kaum orientalis barat saat sekarang setelah para kaum kafir Quraisy di masa itu.Jadi,pe
ristiwa tersebut tidak hanya mengandung Mu’jizat, Wahyu, dan pengokohan hati Nabi Saw dari Allah, namun juga merupakan batu ujian keimanan umat Islam sendiri.
Lafaz ﺃﺴﺮﻯ ayat di atas berarti diperjalankan,jelas bermakna tidak berjalan sendiri.Ma-
dengan kata ini kita bisa membantah tuduhan bohong yang dilancarkan oleh para orienta-
barat tersebut. Orang yang dijalankan dengan mata dan anggota tubuh lain bekerja dengan
baik jelas bukanlah orang yang tidur dan tiba-tiba bangun tanpa sadar karena mengigau,di
mana orang yang tidur semua indra dan akalnya istirahat total kecuali telinga dan syaraf
pendengarannya. Juga,kata diperjalankan jelas tidak berlaku untuk obyek yaitu orang yang
tengah bermimpi.Memang dalih di atas hanya sebatas aqli,karena para orientalis sendiri be-
rusaha membatahnya juga dengan akalnya,tidak berdasarkan keimanan pada kuasa Illahi.
Untuk Apa Nabi di Isra-Mi’rajkan ? Jawabnya adalah terdapat pada kalimat dalam ayat
Tersebut,yaitu ﻤﻦﺁﻴﺎﺘﻨﺎ ﻠﻨﺭﻴﻪ supaya Kami perlihatkan kepada hamba Kami (Muhammad)
itu sebagian dari tanda-tanda kebesaran kami.Jadi,di sini cukup jelas apa tujuan Allah de-
ngan adanya peristiwa tersebut.Perbandingan kata memperlihatkan dengan kata ingin meli-
hat pada Surat al-A’raf ayat 143 adalah sangat berbeda,di mana di sana bisa kita baca :
ﻮﻠﻤﺎﺠﺎﺀﻤﻮﺴﻰﻠﻤﻴﻘﺘﻨﺎﻮﻛﻠﻤﻪ ﺭﺐ ﺃﺭﻨﻰﺃﻨﻈﺭﺇﻠﻴﻚ ﻘﺎﻞﻠﻥﺘﺭﻴﻨﻰﻮﻠﻛﻥﺃﻨﻈﺭﺍﻠﻰﺍﻠﺠﺑﻞ ﻔﺈ ﻥﺍﺴﺘﻘﺭﻤﻛﺎﻧﻪ
ﻔﺴﻮﻒﺘﺭﻳﻧﻰ ﻔﻠﻤﺎﺘﺠﻠﻰﺭﺒﻪ ﻠﻠﺠﺒﻞﺠﻌﻠﻪ ﺪﻛﺎﻮﺧﺭﻤﻮﺴﻰﺼﻌﻴﻘﺎ ﻔﻠﻤﺎﺃﻔﺎﻖﻘﺎﻞﺴﺒﺤﻨﻚﺗﺒﺖﺇﻠﻴﻚﻮﺃﻧﺎﺃﻮﻞﺍﻠﻤﺆﻤﻧﻴﻦ
Artinya : “Dan tatkala Musa datang untuk (munajat dengan Kami) pada waktu yang telah
Kami tentukan dan Tuhan telah berfirman (langsung) kepadanya.Berkatalah Musa,”Ya
Tuhanku,nampakkanlah (diri Engkau) kepadaku agar aku dapat melihat kepada Engkau”.
Tuhan berfirman : “Kamu sekali-kal i tidak sanggup melihat-Ku,tapi lihatlah ke bukit itu,
maka jika ia tetap ditempatnya (sebagai sedia kala) niscaya kamu dapat melihat-Ku.” Tat-
kala Tuhannya menampakkan diri kepada gunung itu,dijadikannya gunung itu hancur lu-
luh dan Musa pun jatuh pingsan. Maka setelah Musa sadar kembali,dia berkata : “Maha Suci Engkau dan aku orang yang pertama-tama beriman.”
Kalimat ﺃﺭﻨﻰﺃﻨﻈﺭﺇﻠﻴﻚ jelas kalimat permintaan dan bukan suatu kalimat yang menunjuk
kan sudah diizinkan untuk melihat.Akan tetapi kata melihat dalam surat al-isra’ ayat : 1 ,di
sana adalah menunjukkan Allah-lah yang memberi izin,bukan permintaan Muhammad Saw
Jika itu semua adalah kehendak Nabi,maka dia akan mengalami apa yang dialami Musa as.
Oleh karena itu Isra-Mi’raj adalah suatu mu’jizat yang diterima Nabi Saw.
Arti dan Hakikat Hidup Manusia
Allah Swt berfirman dalam Surat al-Ankabut ayat 64 :
ﻮﻤﺎﻫﺫﻩﺍﻠﺤﻴﻮﺓﺍﻠﺪﻧﻴﺎﺍﻻﻠﻬﻮ ﻮﻠﻌﺐ ﻮﺍﻦﺍﻠﺪﺮﺍﻻﺨﺮﺓﻠﻬﻲﺍﻠﺤﻴﻮﺍﻦ ﻠﻮﻛﺎﻨﻮﺍﻴﻌﻤﻠﻮﻦ
Artinya : “Dan tiadalah kehidupan di dunia ini melainkan senda-guarau dan main-main.
Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan,kalau mereka me-
ngetahui.”
Dalam ayat tersebut jelas memberi pengetahuan kepada manusia bahwa kehidupan yang
sebenarnya adalah akhirat,dan di dunia ini adalah permainan belaka.Permainan siapa?Yang
dimaksud permainan itu adalah ujian bagi manusia dari Tuhannya yang Maha Kuasa.seba-
gaimana telah dijelaskan bahwa manusia sebagai pemakmur bumi ini dan bumi memberi
kemakmuran kepada mansia karena izin Tuhannya,maka di sinilah letak ujian Allah berla-
ku.Di mana manusia dalam kiprahnya memakmurkan dunia ada yang lupa dengan Pencip-
tanya,mereka saling berebut,saling menguasai, saling membunuh dan lain dan sebagainya.
Kemudian Allah mengutus Rasul sebagai juru bicara,mengingatkan manusia agar tidak me
lampau batas,namun juga Allah menciptakan syetan dan sebagian manusia sebagai penen-
tangnya.
Itulah yang dimaksud ﻠﻬﻮ ﻮﻠﻌﺐ dalam ayat tersebut.Kemudian ﻠﻮﻛﺎﻨﻮﺍﻴﻌﻤﻠﻮﻦ di sini Allah
menyuruh mansia agar mempunyai pemikiran tentang arti hidup manusia.Di mana dalam
diri manusia sudah dilengkapi dengan akal pikiran.
Ulama Tafsir menjelaskan bahwa ni’mat Allah yang diturunkan di dunia ini barulah 1 %
saja dan sisanya akan diberikan di akhrat yaitu surga. Lalu mengapa banyak manusia yang
hanya sibuk dengan kehidupan dunia dan lupa bekal untuk akhiratnya?Sedangkan bekal itu
hanya bisa dicari di dunia ini saja.Artinya yaitu manusia yang tidak terlena dengan perma-
inan dunia ini (lulus dalam ujian Allah), yang akan mendapat ni’mat 99 % di akhirat nanti.
Allah telah memberi peringatan dalam Surat al-Baqarah ayat 28 :
ﻛﻴﻒ ﺗﻛﻔﺮﻮﻦﺒﺎﻠﻠﻪﻮﻛﻧﺗﻢﺍﻤﻮﺍﺗﺎ ﻔﺄﺤﻴﻛﻢ ﺛﻢﻴﻤﻴﺗﻛﻢ ﺛﻢﻴﺤﻴﻴﻛﻢ ﺛﻢﺍﻠﻴﻪﺗﺮﺟﻌﻮﻦ
Artinya : “Mengapa kamu kafir kepada Allah,padahal kamu tadinya mati, lalu Allah
menghidupkan kamu,kemudian kamu dimatikan dan dihidupkannya kembali,
kemudia hanya kepada-Nya-lah kamu dikembalikan.”
Dalam ayat di atas jelas Allah Swt, mengingatkan manusia bahwa mereka pernah hidup di
alam ruh,kemudian alam dunia,terus alam barzah, dan alam akhirat.Di mana tahapan kehi-
dupan ini pasti akan dilaminya.
Selain itu sebenarnya manusia itu adalah fitrah dan lahir membawa keimanan tauhid.Se-
bagaimana diterangkan kembali dalam al-Qur’an Surat al-A’raf ayat 172 agar manusia ti-
dak lupa :
ﻮﺇﺫ ﺃﺨﺫﺮﺒﻚ ﻤﻦ ﺒﻨﻰﺀﺍﺪﻢﻤﻦﻈﻬﺮﻫﻢ ﺫﺮﻴﺗﻬﻢﻮﺃﺸﻬﺪﻫﻢ ﻋﻠﻰﺃﻨﻔﺴﻬﻢ ﺃﻠﺴﺖﺒﺮﺒﻛﻢ ﻘﺎﻠﻭﺒﻠﻰﺸﻬﺪﻨﺎ ﺃﻦﺗﻘﻭﻞﺍﻴﻭﻢ
ﺍﻠﻘﻴﻣﺔﺇﻦﻛﻨﺎﻋﻥﻫﺫﺍﻏﻔﻠﻴﻦ
Artinya : “Dan (ingatlah) , ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam
dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (se-
ra ya berfirman :) “Bukankah Aku ini Tuhanmu?”Mereka menjawab :”Betul
(Engkau Tuhan kami) , kami menjadi saksi”. (Kami lakukan yang demikian
itu ) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan : “Sesungguhnya kami (ba-
ni Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaanTuhan)”
Begitulah sesungguhnya kita telah berjanji kepada Allah dan memiliki ketauhidan.Ada-
pun ketika setelah dilahirkan manusia banyak yang kufur hanya karena ia lengah dan lupa
dengan upaya mencari Tuhannya yang benar.Ini semua bisa dibuktikan, yakni sejelek-jelek manusia pasti mempunyai kebaikan di hatinya. Dan kebaikan di hati itulah sesungguhnya bibit keimanannya Kepala Allah Swt.
Pengetahuan Manusia
Banyak manusia yang karena kepandaiannya mereka berani berkata bisa mengetahui,je-
nis kelamin janin pada kandungan,atau mengetahui datangnya kiamat,atau mengetahui keja
dian di daerah jauh tanpa menonton televisi atau media lainnya.Sebagai seorang muslim ki
ta jangan mudah percaya dengan hal tersebut.Banyak ulama tafsir menerangkan bahwa me-
reka itu omong kosong belaka. Jenis kelamin pada janin baru bisa diketahui ketika usia ja-
nin tersebut sudah lebih dari 4 bulan atau sudah berwujud manusia.Kapan kiamat datang?
Nabi Muhammad Saw saja tidak diberitahu kapan waktunya,padahal beliau Rasul pilihan yang bergelar Uswatu Hasanah.Begitu pula nabi-nabi lain tidak satu pun dari mereka dibe-
ri tahu oleh Allah kapan peristiwa kiamat itu terjadi,apalagi manusia biasa yang bukan na-
bi atau rasul.Dalam Surat al-Luqman ayat 34 Allah berfirman :
ﺇﻥﷲﻋﻨﺪﻩ ﻋﻠﻢﺍﻠﺴﺎﻋﺔﻮﻴﻨﺰﻞﺍﻠﻐﻴﺚ ﻮﻴﻌﻠﻢﻤﺎﻔﻰﺍﻻﺭﺤﺎﻢﻮﻤﺎﺗﺪ ﺭﻨﻔﺲﻤﺎﺫﺍﺘﻛﺴﺐ ﻏﺪﺍ ﻮﻤﺎﺗﺪ ﺮﻯﻨﻔﺱﺒﺄﻱ
ﺃﺮﺾ ﺗﻤﻮﺖ ﺍﻦﺍﻠﻠﻪﻋﻠﻴﻢﺨﺒﻴﺮ
Artinya : “Sesungguhnya Allah,hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari
Kiamat, dan Dia-lah yang menurunkan hujan,dan mengetahui apa yang ada dalam ra-
him. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diu-
sahakannya besok. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia
akan mati.Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.”
Jadi,amat jelaslah kebohongan yang dikatakan peramal atau para ahli nujum.Walaupun ada
benarnya itu hanya kebetulan saja,karena sesungguhnya dia hanya memperkirakan dan ti-
tahu apa-apa tentang pengetahuan yang masih ghaib/belum terjadi.
Siapa pun makhluk di dunia sekalipun itu Nabi dan Rasul,bahkan malaikat Allah,tiada
mengetahui sesuatu sebelum ia diberitahu oleh Allah Swt.Hal ini telah banyak diterangkan
dalam al-Qur’an seperti kisah Adam as ketika masih di surga.Begitu pula dalam al-Qur’an
Allah mengisahkan tentang Nabi Musa as mencari ilmu kepada orang sholih,di mana orang
sholih itu bukanlah Rasul.Akan tetapi Nabi Musa as tidak diberi pengetahuan oleh Allah
seperti pengetahuan yang dimiliki orang shalih tadi,maka Nabi Musa pun sama sekali ti-
dak mengetahui hikmah dibalik kelakuan orang shalih tersebut.Kisah yang menakjubkan
ini diabadikan Allah dalam Surat al-kahfi ayat 60 sampai 82.
Semua Makhluk Mempunyai Ruh
Para ahli ilmu alam menggolongkan bahwa di alam ini ada 2 jenis makhluk yaitu ber-
nyawa dan tak bernyawa? Benarkah konsep ilmu alam itu?
Ternyata dalam kajian al-Qur’an konsep tersebut tidak semuanya benar.Mungkin akan be-
nar bila kalimat itu dirubah menjadi benda berdarah dan benda tak berdarah.Sebab menu-
rut konsep al-Qur’an semua langit dan bumi dan apa yang ada di dalamnya mempunyai
ruh atau bernyawa.Sebagaimana Surat al-Isra’ ayat 44 ,Allah Swt berfirman :
ﺘﺴﺒﺢﻠﻪﺍﻠﺴﻤﻮﺖﺍﻠﺴﺒﻊﻮﺍﻻﺮﺾﻮﻤﻦﻔﻴﻬﻦ ﻮﺍﻦ ﻤﻦﺷﺊﺇﻻﻴﺴﺒﺢ ﻣﺤﻤﺪﻩ ﻮﻠﻛﻦﻻﻨﻔﻘﻬﻮﻦﺘﺴﺒﻴﺣﻬﻢ ﺇﻨﻪﻛﺎﻦﺣﻠﻴﻢ
ﻏﻔﻭﺮﺍ
Artinya : “Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih Kepada
Allah.Dan tiada suatupun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya,tetapi kamu sekali-
an tidak mengerti tasbih mereka.Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha
Pengampun.”
Dalam Surat al-Dukhaan ayat 29 juga dijelaskan :
ﻔﻤﺎﻴﻛﺕﻋﻠﻴﻬﻢﺍﻠﺴﻤﺎﺀﻭﺍﻻﺮﺾﻭﻤﺎﻛﺎﻨﻭﺍﻤﻨﻈﺮﻴﻦ
Artinya : “Maka langit dan bumi tidak menagisi mereka dan mereka pun tidak diberi tang-
guh.”
Juga diisyaratkan lagi pada Surat al-Insyiqaaq ayat 1 dan 2 :
ﺇﺫﺍﻠﺴﻤﺎﺀ ﺸﻘﺖ ﻮﺃﺫﻧﺖﻠﺮﺒﻬﺎ ﻮﺤﻘﺖ
Artinya : 1) Apabila langit terbelah. 2)dan patuh kepada Tuhannya,dan sudah semesti-
nya langit itu patuh.
Kata-kata bertasbih, menangis, dan patuh pada ayat di atas jelas mengisyaratkan bahwa la-
ngit dan bumi beserta isinya mempunyai ruh.Bila kata-kata itu menunjukkan kiasan,maka
berarti kita menyamakan makna kata revolusi planet-planet dan bintang pada intinya de-
ngan kata tasbih. Kemudian langit itu apa? Para ahli ilmu alam hanya mengartikan langit adalah batas pandangan manusia.
Wallahu A’lam