Sunday, January 29, 2012

Fungsi Manusia di Dunia


Fungsi Manusia di Dunia

Allah berfirman dalam Surat Hud ayat 61 :

ﻮﺇﻠﻰﺛﻤﻮﺪﺃﺨﺎﻫﻢﺼﻠﺤﺎ ﻘﺎﻞﻴﻘﻮﻢﺍﻋﺒﺪﻮﺍﷲﻣﺎﻠﻛﻢﻣﻥﺇﻠﻴﻪﻏﻴﺮﻩ ﻫﻮﺃﻧﺷﺄﻛﻢﻣﻦﺍﻻﺮﺾﻮﺍﺴﺘﻌﻣﺮﻛﻢﻔﻴﻬﺎﻔﺎﺴﺘﻐﻔﺮﻮﻩ
ﺛﻢﺘﻮﺒﻮﺍﺇﻠﻴﻪ ﺍﻥ ﺮﺒﻰﻗﺮﻴﺐﻤﺠﻴﺐ

Terjemah :
Dan kepada Tsamud (Kami utus) saudara mereka Shaleh.Shaleh berkata :”Hai kaumku,
  sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada bagimu Tuhan selain Dia.Dia telah menciptakan
  kamu dari bumi (tanah)  dan menjadikan kamu pemakmurnya,karena itu mohonlah am-
  nan-Nya,kemudian bertaubatlah kepada-Nya. Sesungguhnya Tuhanku amat dekat (rah-
  mat-Nya) lagi memperkenankan do’a hamba-Nya.”

    Pada kalimat  ﻫﻮﺃﻧﺷﺄﻛﻢﻣﻦﺍﻻﺮﺾﻮﺍﺴﺘﻌﻣﺮﻛﻢﻔﻴﻬﺎ ,menjadikan kamu dari tanah dan menjadi
kan kamu pemakmurnya, dimana kalimat  ﻮﺍﺴﺘﻌﻣﺮﻛﻢ adalah  fi’il tsulatsi  mazid  (fi’il yang
mendapat   tiga   tambahan   huruf),  yang   mana   mengandung   maksud   keharusan.
ﻋﻤﺮ         ﺇﺴﺘﻌﻤﺮ  (kerja  -    harus kerja).                                                           
Dengan demikian barang siapa ingin makmur di dunia ini maka ia harus mempunyai peng-
hasilan,dan barang siapa ingin penghasilan maka ia berarti harus bekerja.
     Konsep kerja menurut Islam  adalah  suatu  tindakan/kegiatan  rohani  dan jasmani yang
menghasilkan nilai tambah/memberi nilai kontribusi baru.Oleh karena itu orang yang men-
curi atau berjudi bukanlah bekerja sebab walau mereka  mendapat  apa yang diinginkannya
mungkin uang  atau  barang yang bernilai  akan  tetapi tidak menambah  nilai baru, mereka
hanya memindahkan posisinya saja.
    Dan bumi inilah yang akan memberikan kemakmuran pada manusia,dan itu benar,segala
yang kita konsumsi dan pakai berasal dari bumi ini.Oleh karena itu manusia harus berusaha
dengan sungguh-sungguh untuk kemakmuran. Rahasia  indahnya  kehidupan di alam dunia
ini ialah ketika manusia makan dari hasil keringatnya sendiri,sebagaimana yang telah dipe-
sankan oleh Nabi Muhammad dengan sabdanya :

ﻤﺎﺃﻛﻞﺃﺤﺩ ﻄﻌﺎﻤﺎﺨﻴﺮﺍ ﻤﻦﺍﻦ ﻴﺄﻛﻞﻤﻦﻋﻤﻞﻴﺪﻩ

     Artinya : “Tiada makanan yang lebih baik dari pada hasil usaha tangan sendiri.”
                      ( H.R : Bukhari ).
     Makanan yang diharamkan  Allah sebagaimana telah dihitung dan dirinci dalam Qur’an
dan Hadits Nabi Muhammad Saw, akan tetapi yang halal tidak dihitung dan disebutkan na-
ma dan jenisnya.Maka hal itu bisa  kita tarik  kesimpulan  bahwa sebenarnya yang halal itu
amat banyak dan yang haram itu hanya sedikit, karena  masih bisa dihitung.Bisa digambar-
kan bahwa pilihan manusia itu hanya dari  mulut  hingga  tenggorokan saja, seterusnya dari
tenggorakan sampai kaki itu aturan Allah. Maka  dengan  demikian amat kelirulah manusia
yang hanya menuruti pilihannya saja tanpa menghiraukan aturan Allah Swt.
     Banyak i’tibar dalam Al-Qur’an  bahwa  yang  sangat penting itu hikmah bukan jumlah-
nya.Sejauh mana manusia mampu  mempertahankan  dirinya  sebagai  pemakmur  bumi ini
yang mana dari bumi ini Allah telah memberi kandungan kemakmuran manusia. Seperti te-
lah dicontohkan Allah dalam Surat al-Kahfi ayat 9 – 26. Di mana Allah Swt.telah menyela-
matkan sekelompok pemuda karena mereka sungguh-sungguh ingin menyelamatkan keima
nannya Kepada Allah.Bagaimana mereka bisa selamat?Yaitu ditidurkannya mereka selama
dalam kurun waktu yang panjang,dan ditutupnya pandangan manusia dari apa yang ada da-
lam gua tersebut.Berapa jumlah mereka ?  Itu tidak penting bagi Allah,yang sangat penting
adalah hikmah besar yang terkandung dalam kisah tersebut.
     Ketika manusia tidur semua anggota tubuhnya  akan istirahat atau tidak berfungsi kecu-
ali pendengarannya.Oleh karena itu manusia bisa  bangun  dari tidurnya ketika ia hanya di-
panggil namanya.
     Begitulah hendaknya manusia dalam usaha memakmurkan bumi ini yaitu dengan mena-
ati perintah dan larangan Allah.Apa pun yang kita dapat di dunia ini akan kita pertanggung
jawabkan dihadapan Allah nanti.Allah tidak bertanya berapa, tapi Dia akan bertanya untuk
apa harta/ilmu yang engkau dapat.


Konsep Ekonomi Islam

     Nabi  Muhammad  Saw  dilahirkan  dari  Suku  Quraisy di mana aktifitas kaum tersebut
adalah berdagang sebagaimana telah diabadikan  Allah  dalam  al-Qur’an Surat al-Quraisy
ayat 1 – 4 :
ﻻﻴﻠﻒ ﻗﺮﻴﺶׂ  ﺇﻠﻓﻬﻢ ﺮﺣﻠﺔ ﺍﻠﺷﺘﺎﺀﻮﺍﻠﺼﻴﻒ ۠۠ ﻔﻠﻴﻌﺒﺪﻮﺍﺮﺐ ﻫﺫﺍ ﺍﻠﺒﻴﺖ ۠۠ ﺍﻠﺫﻱﺃﻄﻌﻤﻬﻢ ﻤﻦ ﺟﻮﻉﻮﺀﺍ ﻤﻨﻬﻢ
ﻤﻦﺧﻮﻒ
Artinya :“1.Karena kebiasaan  orang-orang  Quraisy, 2. (yaitu)  kebiasaan  mereka  beper
                gian pada musim dingin  dan musim panas. 3. Maka hendaklah mereka menyem-
                bah Tuhan pemilik rumah  ini (Ka’bah). 4. Yang telah memberi makanan kepada
                mereka untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari ketakutan.”
     Walaupun  orang Yahudi dan  Nasrani  amat  ingin  nabi terakhir lahir dari suku mereka
yaitu ditandai dengan berpindahnya orang-orang Yahudi ke kota Yatsrib daerah Arab,kare-
na sangat inginnya hal itu pada diri mereka. Dan  juga  orang nasrani ingin menghancurkan
Ka’bah,namun Allah melindungi Ka’bah dan  kaum  Quraisy  karena ternyata Allah berke-
hendak Nabi terakhir lahir dari keturunan Ismail as yaitu suku Quraisy.
     Mengapa Nabi dilahirkan di kota Mekkah? Tidak lain karena kota Mekkah termasuk ja-
lur penting perdagangan dunia waktu itu.Sebagaimana  Surat Quraisy ayat:2 maka yang di-
masudkan adalah ketika musim dingin mereka berdagang ke selatan yaitu Yaman dan keti-
ka musim panas mereka pergi ke utara yaitu daerah Syam.
     Banyak bukti kuat bahwa pembukaan  jalur  perdagangan  itu  diawali oleh berkuasanya
Nabi Sulaiman atas kerajaan ayahnya (Daud as). Dalam  surat Ash-Shaad  Allah mengisah-
kan do’a Nabi Sulaiman as.
ﻘﺎﻞﺮﺐﺍﻏﻔﺮﻠﻰ ﻣﻠﻛﺎﻻﻴﻧﺒﻐﻰﻻﺤﺪ ﻤﻦﺒﻌﺪﻯ ﺇﻧﻚ ﺃﻧﺖﺍﻠﻮﻫﺐ
     Artinya : Ia berkata :“Ya Tuhanku,ampunilah aku dan anugrahkanlah kepadaku keraja-
an yang tidak dimiliki oleh seorang juapun sesudahku, sesungguhnya Engkaulah yang Ma-
ha  Pemberi.” Dan  kemudian  Allah  menjawab  do’a Nabi Sulaiman as,sebagaimana dite-
rangkan Allah dalam ayat selanjutnya,yakni 36 sampai 39.
     Bukti kebesaran  kekuasaan kerajaan Sulaiman as juga diterangkan dalam Surat al-Nahl
Ayat 17,yang artinya : “Dan  dihimpun  untuk  Sulaiman  tentaranya  dari jin,manusia dan burung,lalu mereka itu diatur dengan tertib(dalam barisan).Dan juga surat al-Anbiya’ ayat :79
“Maka kami telah memberikan pengertian kepada Sulaiman tentang hukum (yang lebih te-
pat)”
     Palestina kala itu  adalah  kota  metropolitan dunia,Qur’an Surat al-Saba’ ayat : 13,yang
artinya : “Dan jin itu membuat untuk Sulaiman  apa yang  dikehendakinya dari gedung-ge-
dung yang tinggi dan patung-patung dan piring-piring  yang  (besarnya) seperti kolam dan
periuk yang tetap (berada di atas tungku) .Bekerjalah  hai  keluarga Daud untuk bersyukur
(kepada Allah).Dan sedikit sekali dari hamba-hamba-Ku yang berterima kasih.
      Dan Nabi sulaiman membuka jalur darat, sehingga jalur perdagangan rempah dan sutra
terbuka dari  Adn hingga sampai negeri  Cina. Seperti  di isyaratkan  dalam  Surat  al-Saba’
ayat : 12,yang artinya : “Dan Kami  (tundukkan)  angin bagi Sulaiman,yang perjalanannya
di waktu pagi sama dengan perjalanan sebulan dan perjalanan di waktu sore sama dengan
perjalanan sebulan (pula) dan kami alirkan cairan tembaga baginya.Dan sebagian dari jin
ada yang bekerja di hadapannya (di bawah kekuasaannya) dengan izin Tuhannya.Dan sia-
pa yang menyimpang di antara mereka dari perintah Kami, Kami rasakan kepadanya azab
neraka yang apinya menyala-nyala.”
      Juga  Nabi  Sulaiman  membuka  jalur  laut  sehingga terbukalah jalur perdagangan dari
Asia hingga Eropa. Sebagaimana  diterangkan  dalam  Surat  al-Anbiya’                                                                                                                                                                    ayat : 81 dan 82.
Demikianlah  Allah  menerangkan  kebesaran Nabi Sulaiman as dengan kebesaran kerajaan
dan bala tentaranya.


Mu’jizat Isra’ wal Mi’raj

ﺴﺒﺤﺎﻦﺍﻠﻧ ﻱ ﺃﺴﺮﻯﺒﻌﺒﺪﻩ ﻠﻴﻻﻣﻦﺍﻠﻣﺴﺠﺪﺍﻠﺤﺮﺍﻢ ﺇﻠﻰﺍﻠﻣﺴﺠﺪﺍﻻﻘﺼﻰﺍﻠﺫﻱﺒﺎﺭﻛﻨﺎﺤﻮﻠﻪﻠﻨﺭﻴﻪ
ﻤﻦﺁﻴﺎﺘﻨﺎﺇﻨﻪ ﻫﻮﺍﻠﺴﻤﻴﻊﺍﻠﺒﺻﻴﺭ
     Artinya : “Maha suci Allah yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam
                      dari al-Masjidil Haram ke Al-Masjidil Aqsha yang telah Kami berkati sekeli-
                      lingnya agar  Kami  memperlihatkan  kepadanya  sebagian  dari tanda-tanda
                      (kebesaran )  Kami.  Sesungguhnya  Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha
                      Melihat.”
 
      Ayat tersebut adalah menjelaskan terjadinya Isra wal Mi’raj  Nabi Muhammad Saw,se-
telah beliau mengalami beberapa  peristiwa  yang membuat hati beliau sebagai rasa dari si-
fat manusia yaitu sedih setelah wafatnya  Istri dan Pamannya  (Abi Thalib) yang selama ini
amat membantu dakwahnya.Oleh karena itu salah satu fungsi Isra wal Mi’raj menurut Ula-
ma Tarikh adalah Allah Swt ingin mengokohkan hati Nabi Muhammad Saw.
      Lafaz ﺃﺴﺮﻯ ayat di atas berarti diperjalankan,dan hal inilah yang memicu tanggapan se
rius kaum orientalis barat saat sekarang setelah para kaum kafir Quraisy di masa itu.Jadi,pe
ristiwa   tersebut    tidak    hanya    mengandung    Mu’jizat,  Wahyu,   dan   pengokohan           hati Nabi Saw dari Allah, namun  juga merupakan batu ujian keimanan umat Islam sendiri.
      Lafaz ﺃﺴﺮﻯ ayat di atas berarti diperjalankan,jelas bermakna tidak berjalan sendiri.Ma-
dengan kata ini  kita  bisa  membantah tuduhan bohong yang dilancarkan oleh para orienta-
barat tersebut. Orang  yang  dijalankan dengan mata dan anggota tubuh lain bekerja dengan
baik jelas bukanlah  orang  yang tidur dan tiba-tiba bangun tanpa sadar karena mengigau,di
mana orang yang  tidur  semua indra  dan  akalnya  istirahat total kecuali telinga dan syaraf
pendengarannya. Juga,kata diperjalankan jelas tidak berlaku untuk obyek yaitu orang yang
tengah bermimpi.Memang dalih di atas hanya sebatas aqli,karena para orientalis sendiri be-
rusaha  membatahnya  juga  dengan akalnya,tidak berdasarkan keimanan pada kuasa Illahi.

     Untuk Apa Nabi di Isra-Mi’rajkan ? Jawabnya adalah terdapat pada kalimat dalam ayat
Tersebut,yaitu ﻤﻦﺁﻴﺎﺘﻨﺎ ﻠﻨﺭﻴﻪ  supaya Kami perlihatkan kepada hamba Kami (Muhammad)
itu sebagian dari tanda-tanda kebesaran kami.Jadi,di sini cukup jelas apa tujuan Allah de-
ngan adanya peristiwa tersebut.Perbandingan kata memperlihatkan dengan kata ingin meli-
hat pada Surat al-A’raf ayat 143 adalah sangat berbeda,di mana di sana bisa kita baca :

ﻮﻠﻤﺎﺠﺎﺀﻤﻮﺴﻰﻠﻤﻴﻘﺘﻨﺎﻮﻛﻠﻤﻪ ﺭﺐ ﺃﺭﻨﻰﺃﻨﻈﺭﺇﻠﻴﻚ ﻘﺎﻞﻠﻥﺘﺭﻴﻨﻰﻮﻠﻛﻥﺃﻨﻈﺭﺍﻠﻰﺍﻠﺠﺑﻞ ﻔﺈ ﻥﺍﺴﺘﻘﺭﻤﻛﺎﻧﻪ
ﻔﺴﻮﻒﺘﺭﻳﻧﻰ ﻔﻠﻤﺎﺘﺠﻠﻰﺭﺒﻪ ﻠﻠﺠﺒﻞﺠﻌﻠﻪ ﺪﻛﺎﻮﺧﺭﻤﻮﺴﻰﺼﻌﻴﻘﺎ ﻔﻠﻤﺎﺃﻔﺎﻖﻘﺎﻞﺴﺒﺤﻨﻚﺗﺒﺖﺇﻠﻴﻚﻮﺃﻧﺎﺃﻮﻞﺍﻠﻤﺆﻤﻧﻴﻦ
Artinya : “Dan tatkala  Musa datang untuk (munajat dengan Kami) pada waktu yang telah
Kami tentukan dan  Tuhan  telah  berfirman  (langsung)  kepadanya.Berkatalah Musa,”Ya
Tuhanku,nampakkanlah (diri Engkau)  kepadaku agar aku dapat melihat kepada Engkau”.
Tuhan berfirman : “Kamu  sekali-kal i tidak  sanggup melihat-Ku,tapi lihatlah ke bukit itu,
maka jika ia tetap ditempatnya (sebagai sedia kala) niscaya kamu dapat melihat-Ku.” Tat-
kala Tuhannya menampakkan  diri  kepada gunung itu,dijadikannya gunung  itu hancur lu-
luh dan Musa pun jatuh pingsan. Maka setelah  Musa  sadar  kembali,dia berkata : “Maha Suci Engkau dan aku orang yang pertama-tama beriman.”

      Kalimat ﺃﺭﻨﻰﺃﻨﻈﺭﺇﻠﻴﻚ jelas kalimat permintaan dan bukan suatu kalimat yang menunjuk
kan sudah diizinkan untuk melihat.Akan tetapi kata melihat dalam surat al-isra’ ayat : 1 ,di
sana adalah menunjukkan Allah-lah yang memberi izin,bukan permintaan Muhammad Saw
Jika itu semua adalah kehendak Nabi,maka dia akan mengalami apa yang dialami Musa as.
Oleh karena itu Isra-Mi’raj adalah suatu mu’jizat yang diterima Nabi Saw.


Arti dan Hakikat Hidup Manusia

      Allah Swt berfirman dalam Surat al-Ankabut ayat 64 :
ﻮﻤﺎﻫﺫﻩﺍﻠﺤﻴﻮﺓﺍﻠﺪﻧﻴﺎﺍﻻﻠﻬﻮ ﻮﻠﻌﺐ ﻮﺍﻦﺍﻠﺪﺮﺍﻻﺨﺮﺓﻠﻬﻲﺍﻠﺤﻴﻮﺍﻦ ﻠﻮﻛﺎﻨﻮﺍﻴﻌﻤﻠﻮﻦ
Artinya : “Dan tiadalah kehidupan  di  dunia  ini melainkan senda-guarau dan main-main.
                 Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan,kalau mereka me-
                 ngetahui.”
     Dalam ayat tersebut jelas memberi pengetahuan kepada manusia bahwa kehidupan yang
sebenarnya adalah akhirat,dan di dunia ini adalah permainan belaka.Permainan siapa?Yang
dimaksud permainan itu adalah ujian bagi manusia dari Tuhannya yang Maha Kuasa.seba-
gaimana telah dijelaskan bahwa manusia sebagai  pemakmur  bumi  ini  dan bumi memberi
kemakmuran kepada mansia karena izin Tuhannya,maka di sinilah letak  ujian Allah berla-
ku.Di mana manusia dalam kiprahnya  memakmurkan dunia ada yang lupa dengan Pencip-
tanya,mereka saling berebut,saling menguasai, saling  membunuh dan lain dan sebagainya.
Kemudian Allah mengutus Rasul sebagai juru bicara,mengingatkan manusia agar tidak me
lampau batas,namun juga  Allah  menciptakan syetan dan sebagian manusia sebagai penen-
tangnya.
    Itulah yang dimaksud ﻠﻬﻮ ﻮﻠﻌﺐ dalam ayat tersebut.Kemudian ﻠﻮﻛﺎﻨﻮﺍﻴﻌﻤﻠﻮﻦ di sini Allah
menyuruh mansia agar mempunyai  pemikiran  tentang  arti hidup manusia.Di mana dalam
diri manusia sudah dilengkapi dengan akal pikiran.
    Ulama Tafsir menjelaskan bahwa ni’mat Allah yang diturunkan di dunia ini barulah 1 %
saja dan sisanya akan diberikan di akhrat yaitu surga. Lalu  mengapa banyak manusia yang
hanya sibuk dengan kehidupan dunia dan lupa bekal untuk akhiratnya?Sedangkan bekal itu
hanya bisa dicari di dunia ini saja.Artinya yaitu manusia yang tidak  terlena dengan perma-
inan dunia ini (lulus dalam ujian Allah), yang                                                                                                                                                                                                                                                                                                    akan mendapat ni’mat 99 % di akhirat nanti.
    Allah telah memberi peringatan dalam Surat al-Baqarah ayat 28 :
ﻛﻴﻒ ﺗﻛﻔﺮﻮﻦﺒﺎﻠﻠﻪﻮﻛﻧﺗﻢﺍﻤﻮﺍﺗﺎ ﻔﺄﺤﻴﻛﻢ ﺛﻢﻴﻤﻴﺗﻛﻢ ﺛﻢﻴﺤﻴﻴﻛﻢ ﺛﻢﺍﻠﻴﻪﺗﺮﺟﻌﻮﻦ
     Artinya : “Mengapa kamu  kafir  kepada  Allah,padahal  kamu  tadinya mati, lalu Allah
                      menghidupkan kamu,kemudian kamu dimatikan dan dihidupkannya  kembali,
                      kemudia hanya kepada-Nya-lah kamu dikembalikan.”
Dalam ayat di atas jelas Allah Swt, mengingatkan  manusia bahwa mereka pernah hidup di
alam ruh,kemudian alam dunia,terus alam barzah, dan  alam akhirat.Di mana tahapan kehi-
dupan ini pasti akan dilaminya.
    Selain itu sebenarnya manusia itu adalah fitrah dan lahir membawa keimanan tauhid.Se-
bagaimana diterangkan kembali dalam al-Qur’an Surat al-A’raf ayat 172 agar manusia ti-
dak lupa :
ﻮﺇﺫ ﺃﺨﺫﺮﺒﻚ ﻤﻦ ﺒﻨﻰﺀﺍﺪﻢﻤﻦﻈﻬﺮﻫﻢ ﺫﺮﻴﺗﻬﻢﻮﺃﺸﻬﺪﻫﻢ ﻋﻠﻰﺃﻨﻔﺴﻬﻢ ﺃﻠﺴﺖﺒﺮﺒﻛﻢ  ﻘﺎﻠﻭﺒﻠﻰﺸﻬﺪﻨﺎ ﺃﻦﺗﻘﻭﻞﺍﻴﻭﻢ
ﺍﻠﻘﻴﻣﺔﺇﻦﻛﻨﺎﻋﻥﻫﺫﺍﻏﻔﻠﻴﻦ
      Artinya : “Dan (ingatlah) , ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam
                      dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (se-
                      ra ya berfirman :) “Bukankah Aku ini Tuhanmu?”Mereka menjawab :”Betul
                      (Engkau Tuhan  kami) , kami  menjadi  saksi”. (Kami lakukan yang demikian
                      itu ) agar di hari  kiamat kamu tidak mengatakan : “Sesungguhnya kami (ba-
                      ni Adam)  adalah  orang-orang yang  lengah terhadap  ini  (keesaanTuhan)”
     Begitulah sesungguhnya kita telah berjanji kepada Allah dan memiliki ketauhidan.Ada-
pun ketika setelah dilahirkan manusia banyak yang kufur hanya  karena  ia lengah dan lupa
dengan upaya mencari Tuhannya yang benar.Ini semua bisa dibuktikan, yakni sejelek-jelek manusia  pasti  mempunyai kebaikan  di hatinya. Dan kebaikan di hati itulah sesungguhnya bibit keimanannya Kepala Allah Swt.

Pengetahuan Manusia

    Banyak manusia yang karena kepandaiannya mereka  berani berkata bisa mengetahui,je-
nis kelamin janin pada kandungan,atau mengetahui datangnya kiamat,atau mengetahui keja
dian di daerah jauh tanpa menonton televisi atau media lainnya.Sebagai seorang muslim ki
ta jangan mudah percaya dengan hal tersebut.Banyak ulama tafsir menerangkan bahwa me-
reka itu omong kosong belaka. Jenis  kelamin pada janin baru bisa diketahui ketika usia ja-
nin tersebut sudah lebih  dari 4 bulan  atau sudah berwujud manusia.Kapan kiamat datang?
Nabi Muhammad Saw saja tidak  diberitahu  kapan  waktunya,padahal beliau Rasul pilihan yang bergelar Uswatu Hasanah.Begitu pula nabi-nabi lain  tidak satu pun dari mereka dibe-
ri tahu oleh Allah kapan peristiwa kiamat itu terjadi,apalagi  manusia  biasa yang bukan na-
bi atau rasul.Dalam Surat al-Luqman ayat 34 Allah berfirman :

ﺇﻥﷲﻋﻨﺪﻩ ﻋﻠﻢﺍﻠﺴﺎﻋﺔﻮﻴﻨﺰﻞﺍﻠﻐﻴﺚ ﻮﻴﻌﻠﻢﻤﺎﻔﻰﺍﻻﺭﺤﺎﻢﻮﻤﺎﺗﺪ ﺭﻨﻔﺲﻤﺎﺫﺍﺘﻛﺴﺐ ﻏﺪﺍ  ﻮﻤﺎﺗﺪ ﺮﻯﻨﻔﺱﺒﺄﻱ
ﺃﺮﺾ ﺗﻤﻮﺖ  ﺍﻦﺍﻠﻠﻪﻋﻠﻴﻢﺨﺒﻴﺮ

     Artinya : “Sesungguhnya Allah,hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari
     Kiamat, dan  Dia-lah yang  menurunkan hujan,dan mengetahui apa yang ada dalam ra-
     him. Dan  tiada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diu-
     sahakannya  besok. Dan  tiada  seorang  pun  yang dapat mengetahui di bumi mana dia
     akan mati.Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.”

Jadi,amat jelaslah kebohongan yang dikatakan peramal atau para ahli nujum.Walaupun ada
benarnya  itu  hanya  kebetulan saja,karena sesungguhnya dia hanya memperkirakan dan ti-
tahu apa-apa tentang pengetahuan yang masih ghaib/belum terjadi.
     Siapa pun makhluk  di dunia  sekalipun  itu Nabi dan Rasul,bahkan malaikat Allah,tiada
mengetahui sesuatu sebelum ia diberitahu  oleh Allah Swt.Hal ini telah banyak diterangkan
dalam al-Qur’an seperti kisah Adam as  ketika masih di surga.Begitu pula dalam al-Qur’an
Allah mengisahkan tentang Nabi Musa as mencari ilmu kepada orang sholih,di mana orang
sholih itu  bukanlah Rasul.Akan tetapi Nabi Musa as tidak diberi  pengetahuan  oleh  Allah
seperti  pengetahuan  yang  dimiliki  orang  shalih tadi,maka Nabi Musa pun sama sekali ti-
dak mengetahui  hikmah  dibalik  kelakuan  orang shalih tersebut.Kisah yang menakjubkan
ini diabadikan Allah dalam Surat al-kahfi ayat 60 sampai 82.

Semua Makhluk Mempunyai Ruh

      Para ahli  ilmu  alam  menggolongkan bahwa di alam ini ada 2 jenis makhluk yaitu ber-
nyawa dan tak bernyawa? Benarkah konsep ilmu alam itu?
Ternyata dalam kajian al-Qur’an konsep  tersebut tidak semuanya benar.Mungkin akan be-
nar bila  kalimat  itu  dirubah menjadi benda berdarah dan benda tak berdarah.Sebab menu-
rut konsep  al-Qur’an  semua  langit  dan  bumi  dan apa yang ada di dalamnya mempunyai
ruh atau bernyawa.Sebagaimana Surat al-Isra’ ayat 44 ,Allah Swt berfirman :

ﺘﺴﺒﺢﻠﻪﺍﻠﺴﻤﻮﺖﺍﻠﺴﺒﻊﻮﺍﻻﺮﺾﻮﻤﻦﻔﻴﻬﻦ ﻮﺍﻦ ﻤﻦﺷﺊﺇﻻﻴﺴﺒﺢ ﻣﺤﻤﺪﻩ ﻮﻠﻛﻦﻻﻨﻔﻘﻬﻮﻦﺘﺴﺒﻴﺣﻬﻢ ﺇﻨﻪﻛﺎﻦﺣﻠﻴﻢ
ﻏﻔﻭﺮﺍ
    Artinya : “Langit  yang  tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih Kepada
    Allah.Dan tiada suatupun  melainkan  bertasbih dengan memuji-Nya,tetapi kamu sekali-
    an  tidak mengerti tasbih mereka.Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha
    Pengampun.”
Dalam Surat al-Dukhaan ayat 29 juga dijelaskan :
ﻔﻤﺎﻴﻛﺕﻋﻠﻴﻬﻢﺍﻠﺴﻤﺎﺀﻭﺍﻻﺮﺾﻭﻤﺎﻛﺎﻨﻭﺍﻤﻨﻈﺮﻴﻦ
Artinya : “Maka langit dan bumi tidak menagisi mereka dan mereka pun tidak diberi tang-
                guh.”

Juga diisyaratkan lagi pada Surat al-Insyiqaaq ayat 1 dan 2 :

ﺇﺫﺍﻠﺴﻤﺎﺀ ﺸﻘﺖ    ﻮﺃﺫﻧﺖﻠﺮﺒﻬﺎ ﻮﺤﻘﺖ
   Artinya : 1) Apabila langit terbelah. 2)dan patuh kepada Tuhannya,dan sudah semesti-
                       nya langit itu patuh.

Kata-kata  bertasbih, menangis, dan patuh pada ayat di atas jelas mengisyaratkan bahwa la-
ngit dan bumi  beserta isinya  mempunyai ruh.Bila kata-kata itu menunjukkan kiasan,maka
berarti  kita  menyamakan  makna  kata  revolusi planet-planet dan bintang pada intinya de-
ngan kata tasbih. Kemudian langit itu apa? Para ahli ilmu alam  hanya mengartikan langit  adalah batas pandangan manusia.




 Wallahu A’lam


Monday, October 17, 2011

Akar Konflik Etnis di Indonesia dan Upaya Pencegahannya


AKAR KONFLIK ETNIS DI INDOSESIA
 DAN UPAYA PENCEGAHANNYA


         Tidak satu  pun  manusia  yang  dapat hidup sendiri di dunia ini, satu dengan yang lainnya akan saling membutuhkan, memerlukan, melengkapi, dan memenuhi seputar kebutuhan hidupnya. Dengan adanya hal itulah mereka berkomunikasi sehingga terciptalah  interaksi dan tanggapan prilaku seseorang, akan adanya interaksi-interaksi tersebut, karena konflik itu  menurut Coser adalah perbedaan fokus dan pemahaman manusia.[1]

         Faktor-faktor yang menjadi akar timbulnya konflik harus diangkat dengan benar-benar  jelas  sampai  kepermukaan  publik, sebab dengan cara  ini  kita bisa mencari solusinya. Mau tidak mau, suka atau tidak suka hal tersebut harus dilakukan agar diperoleh jalan terbaik untuk meyelesaikannya, yakni merubah akibat konflik menjadi sumber pengalaman dan ilmu, yang akhirnya bisa dijadikan bahan untuk memenejeralisasikan suatu konflik.

         Sebagaimana  telah disinggung di atas bahwa  konflik itu sebenarnya adalah hal yang wajar namun merupakan pemicu nomor satu akan terjadinya tindakan anarkis di negeri kita ini. Hal ini tidak lepas dari akibat sisi negatif adanya kebebasan penyiaran publik yakni pers. Pada umumnya media peliput informasi publik lebih tertarik dengan tindakan yang penuh sensasi, karena akan membuat media mereka banyak diminati publik, itulah mungkin satu sebab mereka kurang tertarik dengan fisualisasi dari awal dalam sebuah  kejadian  akibat konflik.Pendek kata, mereka lebih tertarik dengan akibat konflik dari pada mencegah akibat konflik itu sendiri.
            Memang berat perjalanan bangsa ini, di mana ibarat bayi ia baru mulai bisa berjalan,akan tetapi ia harus meghadapi jalan yang mendaki dan terjal. Bangsa ini baru saja lepas dari belenggu  kebisuan  dan  penipuan para tokoh negarawan, namun kenyataan pluralitas dan keberagaman penduduknya serta SDM-nya masih di bawah rata-rata yang diinginkan. Begitu pula arus globalisasi dan HAM international ikut mewarnai perjalanan ban


[1] Banon,Ian dan Barron, Patrick,(et  al), Social Developmen Notes:Conflic Prevention and rekons-
   truction,2004,The World Bank,paper no.2


Dengan pluralitas yang multi,jelas merupakan celah strategis bagi ahli politik untuk menyulutkan ber- akibat konflik yang jelas bagai jurang di mana-mana.SDM negeri ini bukan berarti tidak rela berjuang demi negaranya namun sayang justru makin banyak tamatan Universitas makin sedikit orang yang berjuang dengan ikhlas. Bagi mereka kebanyakan, kepentingan pribadi adalah nomor 1 dan 2, sedang kepentingan bangsa ini  adalah  kepentingan  nomor 4 dan seterusnya.Dilihat dari sudut pandang para pejabatnya saja, Indonesia penuh dengan konflik, dan amat rentan dengan timbulnya akibat konflik yang anarkis, sebab perbedaan sosial serta  cara pandang kehidupan pejabat, elit politik, kaum cendikiawan, ulama, dan rakyat sudah menunjukkan sinyalmen yang berlainan arah.

        Para ahli pemikir, sebagaimana  mereka  berbicara soal  pengertian ilmu-ilmu

yang lain, dalam mendefinisikan konflik saja mereka berbeda, Adapun beberapa pengertian konflik itu adalah sebagai berikut[1] :

1.      Menurut  Coser (1956)  konflik  adalah  prilaku  dan kondisi seseorang yang tengah dilakukannya dan juga perbedaan  fokus  dan  pemahaman  manusia.

2.      Boulding (1962) berpendapat, konflik adalah situasi persaingan dan ketidakselarasan yang sedang terjadi.

3.      Menurut Krisberg (1982) konflik adalah berbedanya  tujuan  masing- masing manusia (individu),kelompok,dan etnis dalam suatu negara dan bangsa.

4.      Rubin (1986)  berpendapat  konflik  adalah  ketidakselarasannya  kepentingan,seperti nilai dan kebutuhan serta tujuan dan tolok ukur.

         Dari beberapa pengertian di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa konflik adalah perbedaan tanggapan yang terjadi akibat interaksi manusia dalam mewujudkan/mengungkapkan keinginannya. Oleh karena itu menurut penulis, konflik itu wajar  dan  manusiawi  karena  bedanya  para ahli dalam berpendapat tentang konflik di atas, itu  juga sudah  merupakan sebuah  konflik yang terjadi.Namun apa akibat dari konflik itu akan negatif? Jelas, hal itu memerlukan  penyulut dan  pemobilitas tersendiri yang lepas dari bagian makna kata konflik tersebut.

         Semenjak lengsernya  penguasa orde baru dan  lahirnya era reformasi hingga

sekarang, puluhan kejadian kekerasan (anarkis)  kerap mewarnai  perjalanan bangsa ini.Sebab timbulnya dua hal di atas sudah jelas, yakni konflik yang terjadi dikalangan  para  tokoh  politik  dan  rakyat  Indonesia  dengan  aparatur pemerintahan saat itu. Penulis tidak akan membahas politik, oleh karena itu hanya menjadikan hal di atas sebagai  bukti  bahwa peristiwa tersebut lahir akibat adanya konflik.

         Beberapa peristiwa akibat konflik setelah lengsernya otoritas orde baru dan lahirnya era reformasi adalah  sebagai berikut :

             a. Krisis Aceh dengan adanya Gerakan Aceh merdeka (GAM).

             b. Krisis Ambon yang memicu perpecahan bangsa karena keyakinan.

             c. Krisis Poso di Sulawesi Tengah.

             d. Gerakan Papua Merdeka

             e. Peristiwa Dayak-Madura di Kalimantan Tengah.

             f. Peristiwa Ketapang di Jakarta.

             g. Peristiwa Bom Bali.

             h. Peristiwa seputar Jemaah Ahmadiyah.

             i. Peristiwa Monas di Jakarta.

             j. dan timbulnya lagi krisis Ambon saat ini.

          Sebenarnya masih banyak peristiwa lain yang terjadi akibat  konflik, seperti

adanya tindak anarkis antara karyawan dan perusahaan, warga masyarakat dan perusahaan, dan aksi preman yang hampir di setiap kota besar terjadi.

          Yang dimaksud akar konflik adalah benih sebab musabab yang dapat menimbulkan konflik. Menurut Reza A.A Wattimena  sebagaimana yang ia kutip dari Michael E.Brown bahwa menurut analisis Brown akar konflik etnis ada 3 level[2],yaitu :

1. Level Sistemik, yakni  lemahnya  otoriter negara  atau  pemerintahan secara

    nasional atau internasional.

2. Level Domestik, yaitu ketidakmampuan  pemerintah  untuk memberi semua

    yang menjadi keinginan masyarakatnya.

3.Level    persepsi,   yakni   latar   belakang   pandangan   sejarah,  yang  dapat

   melahirkan fundamentalis etnis.

         Donal Horowitz berpendapat bahwa  proses demokratisasi institusi pemerintahan  memiliki dampak besar bagi terjadinya konflik antar etnis.Bahkan dapat pula dikatakan  bahwa  proses  demokratisasi  secara  langsung  dapat  menciptakan suasana ketidakstabilan politis yang lebih besar.[3]

         Pendapat Donal tersebut, bila kita korelasikan apa yang terjadi  di  Indonesia

pada    awal reformasi di mana penuh dengan konflik horisontal dikarenakan proses

domokrasi langsung menurut pemahaman penulis barulah lahir saat itu,jadi sangatlah relevan.Masa transisi dari otoritas pemerintah pendahulu saat itu yang roboh seketika dan  para tokoh reformis berusaha  mewujudkan demokrasi yang sebenarnya,justru mengakibatkan konflik makin meluas hampir di setiap penjuru negara ini. Pergulatan  politik yang terasa memanas hampir mengundang dis-integrasi bangsa.

         Lebih lanjut Stewart berpendapat bahwa kesenjangan horisontal, yakni berbedanya  kesempatan  antar  kelompok dalam berpolitik,bernegara,kepemilikan aset-aset  ekonomi,  kesempatan  untuk  mendapatkan  pekerjaan  dan  pendapatan, serta aset sosial, memainkan peranan penting di mana dan kapan konflik kekerasan akan muncul.[4]

         Tidak sesuainya  SDM  yang  ada  di negara  kita dengan lapangan pekerjaan

merupakan PR  tersendiri  bagi pemerintah NKRI. Terbukti ratusan bahkan ribuan

lulusan perguruan tinggi dan universitas sulit  mendapatkan  pekerjaan, belum lagi

generasi yang  hanya  tamat Sekolah Menengah Atas  yang entah bagaimana nasib

nya.Maka tepatlah apa yang diungkapkan Stewart di atas.

         Penelitian Farshny di India menyimpulkan bahwa struktur sosial yang terbagi-bagi,di mana  partisipasi  dalam  bernegara tidaklah sama, juga merupakan akar konflik. India sebagaimana kita ketahui,jumlah penduduknya juga amat besar

seperti negara kita,dan secara sosial mungkin hampir mirip atau serupa.Jurang pemisah antara miskin dan kaya makin terasa dan tampak melebar. Mungkin  kita telah  sering  mendengar  istilah pinjaman ngijon dan  banyak  terjadi  di  daerah  pertanian dan perkebunan rakyat. Ngijo  adalah  meminjamkan  modal  kepada petani miskin di mana waktu pengembaliannya yaitu ketika panen dengan jumlah yang bisa mencapai 2 kali lipat dari jumlah pinjaman  sebenarnya. Hal itu terpaksa petani miskin lakukan karena keadaan,dan tidak mau repot meminjam di bank yang cara pencairannya dengan agunan sertifikat, yang mana mereka takut akan akibatnya  atau  boleh  jadi  mereka  hanya  menumpang  pada  lahan  milik  orang kaya. Sehingga fenomena itu makin melahirkan kotak-kotak sosial dalam masyarakat.Timbulah sosial masyarakat yang berprinsip lu-lu gue-gue seakan tiada rasa solidaritas di antara mereka,akhirnya segalanya di nilai uang.Maka hal ini jelas merupakan bibit konflik yang bisa meledak kapan saja.

         Collier berpendapat bahwa ketimbang keragaman etnis dominasi satu kelompok dapat menjadi peramal  resiko  konflik  yang lebih baik.Konflik lokal di Indonesia terjadi melewati batas yurisdiksi sehingga pengukuran pengelompokan kelompok atau segregasi dapat dihubungkan dengan konflik.[5]

         Dominasi jumlah ethnis  katakanlah  suku  tertentu atau agama tertentu yang

merasa jumlahnya  lebih  besar dibanding  kelompok lain sering berbuat yang mengakibatkan kelompok minoritas merasa tertindas, maka bila fenomena ini dibiarkan akan menimbulkan konflik di mana konflik itu bisa merangsek atau mendorong mereka ke arah keyakinan. Bila dasarnya kiyakinan maka hal itu di luar muatan hukum negara yang ada, sebab dasar  mereka  berbuat lebih cenderung ke arah keyakinan masing-masing yaitu kitab sucinya.

           Menurut  pengamat dalam  penelitiannya  faktor  penyebab konflik lokal di

Indonesia,[6]adalah :

1. Kemiskinan.

2. Kesenjangan sosial.

3. Ketidakpastian/goncangan pendapatan.

4. Pengangguran.

5. Ketidakadilan dalam pembangunan.

6. Dampak industrialisasi.

7. Ketidakjelasan hak atas tanah.

8. Kesenjangan ekonomi dan pengaturan sumber daya alam regional.

9. Kelompok,seperti agama dan etnis/dinamika sosial.

10.  Kelembagaan     dan    aparatur    negara,    serta   dalam   hal   ini   penulis

menambahkan  dua poin faktor akar konflik yakni :

-    Kesalahan informasi/Troble info/distorsi info.

-    Interfensi asing/external interferncy.

         Untuk poin 1 sampai dengan 10 mungkin tidak perlu dikupas lagi karena hal

itu sudah di singgung pada paragraf sebelumnya. Mengapa  saya masukkan 2 poin

dalam unsur di atas? Sebab sebagai manusia walau dengan alat secanggih dan kendaraan secepat  apapun  pasti suatu ketika akan melakukan kesalahan. Begitu pula pihak pers atau media pemberitaan lainnya.Biasnya informasi yang ada bahkan kesalahan yang terlanjur diekspos media jelas akan berdampak makin luasnya daerah konflik. dan semua ini terbukti dengan  adanya  beberapa kasus yang terjadi di negeri ini.Kasus Poso misalnya,awalnya konflik anarkis yang menimbulkan korban nyawa itu diberitakan agamalah yang menjadi pemicunya, ternyata setelah diadakan  penelitian  konflik  itu  berawal dari beberapa  pemuda  yang mabuk minum-minuman keras yang berselisih paham dengan beberapa  pemuda  yang sedang berada di Masjid.[7]

         Selanjutnya Interfensi dari luar. Tidak selamanya pendapat yang berasal dari

luar kelompok itu selamanya adalah ide yang  baik dengan fenomena yang ada yaitu konflik etnis yang ada.Terkadang ada pihak yang sengaja ingin memancing di air keruh,atau sengaja menjadi dalang melebarnya konflik itu sendiri.Kita tidak lupa dengan adanya konflik Timor-Timur,Gerakan Aceh Merdeka,dan Gerakan Papua.Ternyata dari berbagai kenyataan yang ada mereka didukung pihak luar negeri,dan ini tepat dan merupakan jurus jitu  pihak-pihak  yang  ingin  menguasai

negeri  tercinta  ini  baik  dalam hal politik maupun ekonomi. Indonesia yang kaya

akan sumber daya alam dan letaknya yang strategis jelas menjadi perhatian tersendiri dari pihak-pihak yang ingin mengambil alih kedaulatan negara maupun  perekonomian.Mungkin mereka  takut  Indonesia akan jadi pelopor ekonomi di Asia pada waktu mendatang.     

         Brown berpendapat untuk mencegah dampak konflik antar ethnis[8],  adalah :

1.      Dengan  sesegera  menarik  diri  sendiri  dari  konflik. Penanganan konflik harus sedini mungkin sebelum  masalah menjadi  semakin besar dan rumit.

2.      Lebih  dari  itu,  upaya  pencegahan  lebih   baik  daripada   menyelesaikan masalah yang terjadi.

3.      Pada level sistemik kekuatan faktor keamanan nasional  harus  benar-benar diperhatikan.

4.      Upaya lembaga agama dan  lembaga adat hendaknya mampu  menciptakan kesepakatan   bersama  kemudian  didelegasikan  di  dalam   hukum  yang memiliki kekuatan mengikat.

5.      Ada kesungguhan  sikap  hormat  menghormati  antar etnis dan  kelompok, baik dalam hal keyakinan,  persepsi  sejarah  dan  budaya, serta persamaan hak di bidang perekonomian lokal.

6.      Adanya persamaan pemberlakuan hukum/sangsi.

       Adapun pendapat dari pihak lain seperti yang telah diungkapkan ketua PBNU bahwa mereka menyerukan :

-       Masyarakat khususnya  umat beragama harus menolak  ajakan untuk berkonflik, karena  apapun  bentuk  sosial  yang terjadi akan merugikan masyarakat sendiri.[9]

Ajakan berkonflik adalah salah satu sebab makin melebarnya wilayah konflik tersebut, jadi dengan menolaknya jelas paling tidak mencegah menjalarnya konflik ke daerah lain.

         Menoleh pada pendapat yang lain yakni Sirajuddin zar pada komentarnya a-

kan konflik Indonesia-Malaysia dengan adanya penayangan tari Pendet oleh salah

satu Intertaiment di Malaysia yang  mengundang kemarahan rakyat Indonesia, sehingga ada isu sweeping warga negara Malaysia.Beliau mengatakan :

“Masyarakat Indonesia begitu mudah dihasut (........),Hal  itu  disebabkan ekonomi

bangsa yang tidak setabil. Ekonomi itu  kunci dari stabilitas suatu bangsa .Apabila

ekonomi tidak kuat,pemerintah mudah goyang,DPR goyang,dan masyarakat tidak

memiliki pegangan lagi,sehingga mudah terombang-ambing”[10]

         Ekonomi memang suatu pokok yang harus dijaga kestabilannya demi kokohnya NKRI. Sudah  banyak  contoh walau  negara besar dengan kecanggihan alat perang dan didukung alat pertahanan  negara yang terlatih, tak akan  mampu  mencegah dis-integrasi bangsanya bila ekonominya ambruk dan bangkrut seperti negara Uni Soviet beberapa tahun yang lalu.

         Azyumardi Azra menulis,bahwa tindakan radikalisasi kelompok garis keras seperti FPI,Laskar Jihad yang diisukan awal  reformasi  ada dua hal  yang menjadi pemicu tindakan tersebut, pertama, meningkatnya breakdown of law and order dan merosotnya law enforcement; dan kedua, adanya pernyataan pejabat  pemerintahan seperti yang dilakukan Presiden Abdurrahman Wahid justru memperkeruh situasi konflik. Kemerosotan dalam penegakkan hukum karena  demoralisasi  aparat penegak hukum khususnya Polri yang bersamaan dengan semakin meluasnya penyakit sosial seperti narkoba, perampokan, pemalakan, dan tindakan kriminal lainnya, menjadi alasan penting timbulnya  tindakan  konflik yang radikal khususnya bagi  kelompok garis keras untuk menegakkan hukum dengan cara mereka sendiri atas nama umat.[11]

         Dari ungkapan sebagaimana yanga ditulis Azyumardi Azra tersebut dapat kita petik sebuah solusi, bahwa sikap dan kebijakan pemerintah yang arif dan penegakkan hukum yang nyata dan bisa dipercaya adalah salah satu upaya menghindari timbulnya konflik di negeri ini.

         Anggota DPR-RI Abdul Malik Huramain  memandang lemahnya kohesifitas

sosial adalah sebagai akar konflik.masyarakat saat ini rentan dan rawan berkonflik

hanya karena hal-hal kecil saja.Sulitnya akses ekonomi,eksklusifitas akses politik,

dan lemahnya kepercayaan publik terhadap para pemimpin sering membuat masya

rakat mengambil caranya sendiri dalam menyelesaikan masalah. Pemerintah harus

mengeratkan ikatan sosial di masyarakat,karena pengerahan  aparat  keamanan hanya penyelesaian jangka pendek dan tidak bisa menyelesaikan akar masalah.[12]

         Dalam kacamata resolusi konflik, bahwa konflik memiliki  tiga  sisi berbeda,

yaitu    : direct conflict atau peristiwa konflik/kerusuhan itu sendiri; negatif peace atau masa jeda; dan structural conflict. Konflict Structural ini yang sering terabaikan karena sangat kompleks meliputi konflik kekuasaan, ketidakadilan serta tidak meratanya kesejahteraan.Konflik itu sendiri mempunyai hukum abadi dimana ia tidak bisa dihilangkanatau diciptakan,tapi dialihkan dalam bentuk lain.[13]

         Dari uraian dua paragrap di atas tentunya bisa kita ambil  kesimpulan bahwa

bidang ekonomi,kebijakan serta kearifan pemerintah adalah solusi nyata agar konflik/kerusuhan  bisa  ditekan  seminimal  mungkin, karena tak mungkin konflik itu ditiadakan.

         Lebih lanjut Jhon Pleries berpendapat  bahwa kerusuhan terjadi karena sejak

awal tidak ada antisipasi oleh aparat keamanan kepada publik. Keadaan semakin memburuk  karena  publik  menyalurkan  kekecewaannya dengan membakar mobil,motor,dan rumah-rumah warga. Modus kerusuhan menjadi motif ekonomi dengan tindakan penjarahan.Pengerahan aparat keamanan dan militer  justru menambah keadaan seperti medan peperangan, mengingatkan publik dengan peristiwa sepuluh tahun yang silam.[14]

         Demikianlah, sebenarnya sudah banyak teori atau cara untuk dapat menekan

timbulnya konflik yakni  dengan cara mencari akarnya, namun dari sekian cara itu

tampaknya belum direalisasikan oleh  aparatur Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) secara sungguh-sungguh. Sehingga  mengundang  opini bahwa ada rekayasa dibalik konflik yang ada.

         Pluralitas yang jelas atas bangsa ini hendaklah membuka cara berfikir dan bertindak aparatur negara dan politikus,dengan berbuat yang terbaik demi persatuan,kehamonisan sosial,dan masa depan bangsa.Jurang pemisah perbedaan sosial budaya, ekonomi, dan antara pejabat dengan rakyat harus dihilangkan agar  keperyaan publik bisa  timbul seiring  kearifan dan  kibijaksanaan  pemimpinnya. Lembaga yang ada  perlu dioptimalkan dalam partisipasinya  menciptakan kondisi  yang  harmonis  antar  kelompok  dan etnis bisa tercipta. Pada dasarnya pribadi bangsa ini sangat ramah dalam bergaul dengan bangsa lain apalagi dengan bangsanya sendiri.

         Pengaruh  globalisasi  yakni melegalkan minuman keras dan perjudian tanpa

perhitungan yang matang justru menjadi akar konflik yang nyata dari kalangan generasi muda bangsa Indonesia.dan anehnya justru pihak  yang seharusnya meluruskan hal itu sesuai UU yang berlaku malah mereka yang menjadi dalangnya.Tentu saja hal itu sebatas oknum,namun itulah yang terjadi di publik secara kasab mata.Para wakil rakyat sendiri terkadang tidak konsisten dengan hasil UU yang diciptakan,juga bertingkah layaknya seorang preman.Sehingga publik kehilangan figur dalam kehidupan berbangsa dan bertanah air.

         Kebebasan pers harus diikuti dengan i’tikat demi  kemaslahatan rakyat, serta

arif bijaksana dalam meliput berita yang akan dipublikasikan. Jangan sampai mereka berjiwa bisnismen dalam setiap  penyiaran hasil liputannya.Yakni  mengutamakan sensasi dari pada akibat isi berita itu sendiri.Kebebasan pers  harus disertai budi pekerti luhur sehingga  bisa jadi figur yang baik bagi generasi muda penerus bangsa Indonesia.

         Akhirnya semoga penulisan ini bisa bermanfaat khususnya bagi kalangan generasi muda Indonesia dan umumnya bagi setiap jiwa yang ada di negeri tercinta ini. Tak lupa saran dan kritik dari semua pihak,terutama dari Bapak/Ibu dosen pengasuh  Mata  Kuliah  Sosiologi Agama Reguler khusus Fakultas Ushuludin dan pemikiran Islam IAIN Raden Fatah Palembang,amat penulis nantikan.







............oooOooo...........




Daftar Pustaka :



Azra, Azyumardi, Konflik Baru Antar Peradaban: Globalisasi, Radikalisme,

   dan Pluaritas, PT.Raja Grafindo Persada, Jakarta, 2002


Banon,   Ian,  (et al),   Social  Developmen  Notes:   Conflic  Prevention  and

         rekontruction,The World Bank,2004


A  Wattimena,   Reza  A,  Makalah,   Memahami  Seluk  Beluk  Antar  Etnis,

         Bersama  Michael  E. Brown,   Dosen   Filsafat   UNIKA  Widya   Mandala,

         Surabaya,2001


Santosa,  Teguh,   Dosen UIN  Syarif   Hidatullah,  http://dpd.go.id,  Jakarta,

         14 September 2011.

        
Banon, Ian  dan  Barron, Patrick, (et al),  Social Developmen Notes: Conflict

         Prevention and rekonstruction,2004,The World Bank,paper no.2.

               
Laporan Kronologi Peristiwa di Poso,  http://beritasatu.com dan

         http://Prapatria.or.id





……ooo0ooo…...



[1] ibid
[2] Ibid
[3] Horowitz.Donald, Ethnict group in conflict, Universitas California Pres, barkeley, 1985.
[4] Stewart,Frances, Horizontal Inequalities: Anegleted Dimension of Developmen,Queen Elizabet
   House, 2002,University of  Oxford,QEH Working no.81
[5] Collier,Paul, Ethnic diversity: An Economic Analisis, 2001, Economic Policy, pp.128-66.
[6] Banon,Ian dan Barron, Patrick,(et  al), Op cit. 
[7] Baca Laporan kronologis Peristiwa Poso,23 - 31 Desember 1998, http://propatria.or.id, dan
[8] A Wattimena,Reza A,Makalah,Memahami Seluk Beluk Antar Etnis Bersa Michael E.Brown,
   Dosen Filsafat UNIKA widya Mandala,Surabaya,2001
[9] Ketua PBNU,pada http://nu.or.id, September 2011
[10] Zar Sirajuddin,Editor Burhani,Ruslan.Indonesia harus telusuri akar konflik,Antara News,
     Padang 2009 atau pada http://antaranews.com,Padang,11 september 2009
[11] Azra,Azyumardi,Konflik Baru Antar Peradaban Globalisasi Radikalisme dan Pluralitas,Jakarta,
    Raja Grafindo Persada,2002,hal.229-230
[12] Komisi II DPR-RI, http://dpd.go.id,Jakarta, September 2011.
[13] Santosa,Teguh,Dosen UIN Syarif Hidatullah,http://dpd.go.id,Jakarta,14 September 2011.
[14] Tokoh masyarakat Maluku dan juga anggota DPR-RI,ibid